One-day hiking ke Gunung Manglayang Bandung
Secara administratif, Gunung Manglayang terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Tapi, jarak terdekat untuk mencapai gunung ini ya dari Kota Bandung.
Gunung ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian pegunungan yang mengelilingi Kabupaten Bandung yaitu Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Burangrang dan Bukit Tunggul. Dari ketiga kawannya tersebut, Gunung Manglayang lah yang memiliki ketinggian paling rendah yaitu 1818 mdpl. Makanya, gunung ini cocok dijadikan lokasi one-day hiking karena untuk sampai ke puncaknya kamu hanya perlu mendaki selama 2 jam dengan jalan normal.
Jalur pendakian Gunung Manglayang
Ada tiga jalur pendakian berbeda menuju puncak Manglayang. Yaitu Jalur Batu Kuda di Cileunyi, Palintang di Ujung Berung dan Baru Bereum di Kiara Payung Jatinangor. Jalur-jalur tersebut membawa kamu pada sisi puncak gunung yang berbeda. Nah, untuk mendapatkan pemandangan puncak yang super kece, sebaiknya kamu mengambil Jalur Baru Bereum.Melalui jalur ini, awal pendakian kamu akan disambut oleh sebuah sungai kecil yang arusnya enggak deras. Penampilannya lumayan cakep karena ada kebun jeruk nipis milik penduduk yang menjadi latarnya. Ini bisa bikin kamu tambah semangat untuk menggapai puncak karena baru mulai saja pemandangannya sudah cakep gitu, gimana puncaknya?
Tak jauh dari situ, tantangan dari sebuah pendakian pun muncul. Trek pendakian sudah mulai menanjak dengan tanah liat yang licin terhampar sepanjang jalan dan kemiringan trek pun bisa mencapai 40-60 derajat dengan jumlah medan datar yang sedikit. Benar-benar jadi kombinasi sempurna dari sebuah cobaan sebelum mencapai puncak. Untung, trek tanah liat tersebut terkadang diselingi jalan berbatu yang bisa ngurangin kelicinan trek.
Di gunung ini enggak ada shelter atau pos pendakian karena memang jaraknya yang dekat, hanya sekitar 7 km. Jadi, kalau mau beristirahat bisa memanfaatkan medan datar tadi, atau kalau terpaksa berhenti di medan terjal bisa memanfaatkan batang pohon tumbang yang banyak ditemukan sebagai tempat untuk duduk.
Dua jam perjalanan enggak terasa karena pemandangan sepanjang pendakian yang memang bisa mengalihkan fokus kita pada rasa kagum. Dan sesampainnya di puncak, kamu akan kegirangan karena bakal lihat hamparan Kota Bandung dari ketinggian lebih dari 1000 m.
Belum lagi, kehadiran embun menutupi sebagian pandangan yang bikin suasanya jadi syahdu. Yah, walaupun enggak bisa ngerasain berada di atas gumpalan awan layaknya di Mahameru, seenggaknya ada ornamen embun yang menggantikannya lah.
Udah turun gunung, bisa banget lanjutin wisata yang enggak kalah seru di Bandung. Berikut artikelnya.








Terumbu karang di Raja Ampat mulai mengalami kerusakan (Getty Images/Velvetfish)
Raja Ampat, surga bawah laut di Indonesia (Getty Images/moodboard)






Kita
semua memiliki bakat yang berbeda, jadi tidak ada gunanya mengecilkan
orang lain. Nasruddiri, sang Sufi, bercerita tentang seorang ahli tata
bahasa yang angkuh yang memperolok-olok tukang perahu yang buta tata
bahasa dalam sebuah perjalanan dengan perahu. Dia menghina tukang perahu
itu dengan berkata bahwa tukang perahu itu telah menyia-nyiakan separuh
hidupnya. Kemudian ombak meninggi dan perahu itu tenggelam. Saat
itulah sangat jelas ternyata si ahli tata bahasa sama sekali tidak bisa
berenang dan seluruh hidupnya menjadi sia-sia.
“Kamu
sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu
membelanjakan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu
nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Ali Imran [3]:
92) 






