Melestarikan Permainan Tradisional di Indonesia
Jika dulu permainan anak banyak melibatkan aktivitas luar ruang dan alat-alat yang terbuat dari alam, kini minimnya ruang bermain membuat permainan anak semakin terbatas pada gadget elektronik semata. Padahal permainan anak-anak tradisional ini adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus kita jaga.
Dalam beberapa pekan terakhir, ada upaya dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk melestarikan permainan tradisional anak di Indonesia. Contohnya di Boyolali, ada kegiatan Festival Dolanan Anak yang ingin memperkenalkan permainan tradisional pada anak-anak masa kini.

Sejumlah
siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional egrang pada kegiatan
Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5).
Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional tersebut bertujuan
untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan tradisional kepada
anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis elektronik. ANTARA
FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.
Arena permainan akan dibagi menjadi 6 kotak yang batasnya harus dijaga oleh satu orang pemain. Pemain dari tim lain nantinya harus berusaha menerobos batas-batas itu dan tak boleh ‘tertangkap’ atau tersentuh oleh si penjaga batas. Tentunya baik tim penjaga maupun tim penerobos harus gesit dan lincah berlari menerobos atau berusaha menangkap pemain.

Sejumlah
siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional gobak sodor pada
kegiatan Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah,
Sabtu (16/5). Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional
tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan
tradisional kepada anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis
elektronik. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.

Walikota
Surabaya Tri Rismaharini bersama sejumlah anak memainkan permainan
tradisional bakiak raksasa saat menggelar festival permainan tradisional
di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/5). Festival tersebut
untuk kembali melestarikan permainan tradisional dan merupakan rangkaian
peringatan HUT Surabaya ke-722. ANTARA FOTO/Herman
Dewantoro/Zk/ed/pd/15.

Pelajar
sekolah dasar (SD) Negeri Jombatan III bermain permainan tradisional
egrang batok kelapa di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/5).
Permainan tradisional ini mempunyai manfaat untuk anak diantaranya,
melatih motorik kasar, melatih kesembangan tubuh, melatih koordinasi dan
kelincahan serta mengasah keberanian. ANTARA FOTO/Syaiful
Arif/ss/mes/15

Tidak ada komentar:
Posting Komentar