Jumat, 09 Desember 2016

Zaman yang berubah membuat banyak permainan tradisional anak di Indonesia jadi terlupakan.
Jika dulu permainan anak banyak melibatkan aktivitas luar ruang dan alat-alat yang terbuat dari alam, kini minimnya ruang bermain membuat permainan anak semakin terbatas pada gadget elektronik semata. Padahal permainan anak-anak tradisional ini adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus kita jaga.
Dalam beberapa pekan terakhir, ada upaya dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk melestarikan permainan tradisional anak di Indonesia. Contohnya di Boyolali, ada kegiatan Festival Dolanan Anak yang ingin memperkenalkan permainan tradisional pada anak-anak masa kini.
Sejumlah siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional egrang pada kegiatan Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis elektronik. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.
Sejumlah siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional egrang pada kegiatan Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis elektronik. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.
Salah satu permainan yang dikenalkan lewat festival ini adalah adu cepat bermain egrang yang akan melatih kemampuan motorik anak. Permainan lain yang dikenalkan adalah gobak sodor atau galasin. Dalam permainan ini, ada dua tim yang bertanding, masing-masing kelompok berisi 4-6 orang.
Arena permainan akan dibagi menjadi 6 kotak yang batasnya harus dijaga oleh satu orang pemain. Pemain dari tim lain nantinya harus berusaha menerobos batas-batas itu dan tak boleh ‘tertangkap’ atau tersentuh oleh si penjaga batas. Tentunya baik tim penjaga maupun tim penerobos harus gesit dan lincah berlari menerobos atau berusaha menangkap pemain.
Sejumlah siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional gobak sodor pada kegiatan Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis elektronik. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.
Sejumlah siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional gobak sodor pada kegiatan Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis elektronik. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.
Di Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini malah ikut main bakiak tradisional pada festival permainan tradisional di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur. Festival tersebut diadakan dalam rangka peringatan HUT Surabaya ke-722.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama sejumlah anak memainkan permainan tradisional bakiak raksasa saat menggelar festival permainan tradisional di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/5). Festival tersebut untuk kembali melestarikan permainan tradisional dan merupakan rangkaian peringatan HUT Surabaya ke-722. ANTARA FOTO/Herman Dewantoro/Zk/ed/pd/15.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama sejumlah anak memainkan permainan tradisional bakiak raksasa saat menggelar festival permainan tradisional di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/5). Festival tersebut untuk kembali melestarikan permainan tradisional dan merupakan rangkaian peringatan HUT Surabaya ke-722. ANTARA FOTO/Herman Dewantoro/Zk/ed/pd/15.
Di Jombang, Jawa Timur, anak-anak sekolah di sana juga mencoba bermain egrang menggunakan batok kelapa. Lewat permainan ini, anak-anak bisa berlatih motorik serta menjaga keseimbangan tubuh dan koordinasi.
Pelajar sekolah dasar (SD) Negeri Jombatan III bermain permainan tradisional egrang batok kelapa di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/5). Permainan tradisional ini mempunyai manfaat untuk anak diantaranya, melatih motorik kasar, melatih kesembangan tubuh, melatih koordinasi dan kelincahan serta mengasah keberanian. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/ss/mes/15
Pelajar sekolah dasar (SD) Negeri Jombatan III bermain permainan tradisional egrang batok kelapa di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/5). Permainan tradisional ini mempunyai manfaat untuk anak diantaranya, melatih motorik kasar, melatih kesembangan tubuh, melatih koordinasi dan kelincahan serta mengasah keberanian. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/ss/mes/15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar