Rabu, 30 November 2016


Kata-Kata Yang Bisa Jadi Pendorong Suami Giat Mencari Rezeki

Tulisan sebelumnya telah membahas bahwa isteri itu adalah rezeki utama suaminya, karena isteri selalu mengembalikan apa-apa yang diberi suaminya secara lebih baik. Adalah tugas suami untuk bertanggung jawab pada nafkah isteri dan anak-anaknya. Bekerja dari pagi sampai sore bahkan ada yang sampai malam mencari rezeki halal untuk menghidupi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Bersimpah peluh, berkotor-kotor di bengkel, duduk seharian di kantor memandangi komputer, berjalan mendorong gerobak keliling menjajakan barang dagangan dilakoni suami demi mencari sesuap nasi dan segenggam kebahagiaan untuk keluarganya.


Apa yang harus dilakukan seorang isteri menyikapi hal ini?

Kita sudah bahas di tulisan lainnya, bahwa saat ditinggalkan suaminya mencari rezeki, isteri harus bisa menjaga kehormatannya dan harta suaminya, mengurus rumah tangga dan mendidik anak serta mendoakan suaminya agar dipermudah mencari rezeki halal.
Satu hal lagi yang bisa dilakukan isteri adalah memberi motivasi dan dukungan bagi suami agar senantiasa memiliki semangat mencari rezeki. 

Kata motivasi untuk suami

Apa yang dirasakan seorang isteri jangan disimpan di dalam hati. Sebaiknya diucapkan, karena sepintar apapun seorang lelaki kadang susah memahami perasaan wanita. Cara pandang dan cara berpikirnya beda. Apalagi jika kata-kata tersebut bisa memotivasi suami lebih giat mencari rezeki. 
Apa saja yang harus dikatakan seorang isteri untuk suaminya?
# Ucapan terima kasih
   "Terima kasih karena telah bekerja keras untuk kami, aku dan anak-anak. Ketahuilah bahwa kami sangat menghargainya." 
Ucapan menyejukkan ini dikatakan oleh isteri, baik sebelum suami berangkat kerja maupun saat kelelahan pulang kerja. Hal ini akan membuat suami merasa jerih payahnya mencari rezeki dihargai oleh isterinya. Jangan pelit mengucapkan terima kasih. 
# Jangan pelit memuji
" Abang / kakak/ Mas/ abah/ ayah/ abi (sebut panggilannya) adalah suami yang baik. Aku sangat bersyukur bersuamikan (panggilannya). yang rela melakukan apa saja untuk aku /kami. Betapa beruntungnya aku dipertemukan dengan pasangan sepertimu"
Tidak ada orang yang tidak suka pujian. Suami pun demikian, hatinya akan berbunga-bunga mendengar pujian isterinya. Hal itu akan memberinya motivasi untuk bekerja lebih baik lagi, mencari rezeki yang lebih banyak lagi karena tahu bahwa jerih payahnya tidak sia-sia.
# Ucapkan penghargaan yang tulus atas usahanya
" Aku sangat menghargai usaha abah untuk kami. Aku tahu bahwa itu kewajiban abah sebagai kepala rumah tangga tapi, abah perlu tahu bahwa aku selalu mendukung abah dari jauh. Aku takkan bisa terus bersama abah tapi aku telah menyerahkan semuanya pada Allah melalui doa-doa yang kupanjatkan siang dan malam. Aku yakin Allah akan selalu menjaga dan memudahkan urusan abah."
Suami perlu tahu bahwa selain isterinya mendukung semua usahanya baik melalui doa maupun tindakan nyata. Rumah tangga adalah kebersamaan. Seorang suami akan lebih tenang dan lebih semangat mencari rezeki jika tahu bahwa isterinya mendukung dan menghargai usahanya. Suami yang tahu bahwa dirinya menjadi bagian dari doa-doa isterinya akan lebih yakin dan percaya diri.
# Berikan keyakinan pada keraguannya
"Aku sangat menghormati abah. Aku tahu bahwa abah melakukan hal yang benar, teruslah seperti itu. Aku tahu abah bisa melakukannya, kalaupun tidak berhasil mungkin karena belum maksimal, coba lagi. Kalaupun gagal mungkin bukan jalannya. Bukan abah yang gagal tapi situasi yang sedang tidak berpihak pada abah. Cari peluang yang lain! Bumi Allah luas dan rezekinya ada di mana-mana."
Kala suami berada di persimpangan dan harus memutuskan apa yang benar, peranan isteri adalah meyakinkannya dalam menempuh jalan yang benar. Meskipun jalan yang salah itu memberi hasil yang lebih besar, kewajiban isteri untuk mengingatkan bahwa rezeki itu bukan jumlahnya yang perlu tapi berkahnya. Buat apa banyak tapi tidak manfaat? Jangan biarkan suami terjerumus melakukan kemaksiatan yang bisa dihindarinya. Suami akan mempertimbangkan kata-kata isterinya yang dikatakan dengan lembut dan penuh cinta. 
# Katakan cinta dengan tulus.
" Aku cinta sama abah sama seperti abah cinta sama aku. Aku bahagia banget bisa hidup dan menjalani hari-hari bersama abah." 
Kata sayang adalah senjata ampuh yang bisa jadi bahan bakar bagi suami dalam memulai hari-harinya. Merasa dicintai dan diperhatikan itu membuat hatinya bersemangat menjalani hidup. Apalagi jika kata cinta itu ditunjukkan dengan tulus (bukan karena ada maunya...)
#. Siapkan semua keperluannya dan lepas dengan senyuman
" Ini pakaian abah, bekal dan tas kerja, semuanya sudah siap. Selamat bekerja, semoga Allah meridhai setiap langkah abah." (cium tangannya atau berikan kecupan mesra di pipinya).
Kecupan mesra dari isteri tercinta adalah pendorong yang sangat besar bagi seorang suami sebelum berangkat kerja, menunaikan kewajibannya. Suami akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari rezeki yang banyak agar bisa membahagiakan isterinya. 
Mulailah berkata yang baik-baik pada suami hari ini. Kata-kata yang memotivasinya menjalani hidup dan mencari rezeki untuk keluarga. Wallahu alam.

Jangan Putus Asa Jika Rezekimu Tak Sesuai Harapan

# REZEKI TAK SESUAI HARAPAN?

  • Siapa yang menentukan bahwa rezeki itu sesuai harapan atau tidak? Kita kan? Padahal ukuran yang kita pakai adalah ukuran kita. Ukuran manusia yang serba terbatas. 
  • Padahal Allah yang menciptakan kita, tahu betul apa yang kita butuhkan. Rezeki yang diberiNya pun sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai keinginan kita. Jika rezeki yang kita terima tidak sesuai dengan harapan kita, karena kurang banyak, bukan itu yang ditunggu, atau bahkan diharap yang lain yang diberi lain, biasanya kita akan kecewa.
  • Apakah pantas kita kecewa pada Allah? Sesuatu yang buruk di mata kita belum tentu nantinya juga buruk. Hal-hal yang baik di mata kita belum tentu indah pada akhirnya. Karena banyak misteri masa depan yang kita tidak tahu sedangkan Allah tahu.
  • Rezeki yang datang, yang kita terima, setelah terlebih dahulu berusaha itulah yang terbaik bagi kita. Tapi jika anda masih ingin tahu bagaimana menyikapi rezeki yang datang tak sesuai harapan baca artikel ini, apa yang harus dilakukan jika rezeki datang tak sesuai harapan? Atau artikel ini bagaimana menyikapi hidup yang susah rezeki?
putus asa

# JANGAN PUTUS ASA

  • Kalaupun kita merasa bahwa usaha, upaya, ikhtiar dan kerja keras yang kita lakukan tidak sebanding Allah dan RasulNya melarang kita untuk berputus asa.
  • Hanya orang kafirlah yang berputus asa dari rahmat Allah. Mengapa? Karena mereka tidak percaya pada kekuasaan Tuhan. Mereka tidak yakin bahwa Allah akan menolong. Mereka ragu dan kalaupun bangkit hanay mengandalkan kekuatan manusia yang lemah.
  • Orang beriman itu jauh dari putus asa. Karena dia yakin bahwa Allah memberi rezeki sesuai dengan kebutuhannya, bukan sesuai keinginannya. Kalaupun dia merasa kerja kerasnya tidak sebanding dengan hasilnya alih-alih menyalahkan diri atau memprotes Allah, dia malah introspeksi diri. Mungkin Allah sedang mengujinya, sedang mencobanya, sedang memperhatikannya. Apakah hal itu membuatnya sabar dan tetap berprasangka baik pada Allah, atau tidak.
  • Ujian termasuk saat rezeki tersumbat adalah cara Allah mengajari hambaNya menerima ketentuan dan takdirNya dengan ikhlas dan sabar. Allah ingin hambaNya kembali dekat kepadaNya. Mungkin selama ini hambaNya terlalu banyak mengurus dunia dan Allah seolah terlupakan. Itulah cara Allah menegur kita.
  • Teruslah berprasangka baik pada Allah. Karena Allah tidak akan menyusahkan kita. Dia terlalu sayang pada mahluk ciptaanNya ini. Hanya kita saja yang tak menyadari kasih sayang Allah itu.


# KESIMPULAN

  • Janganlah berputus asa dari rahmat Allah saat rezeki datang tak sesuai harapan, saat doa-doa seolah tak terkabul. Karena ada sesuatu dibalik semua peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. 
  • Apakah Allah menguji keimanan kita? Dia ingin tahu sejauh mana sikap kita saat diberi ujian. Apakah tetap istiqamah dalam jalan kebenaran, tetap yakin pada Allah atau sebaliknya? 
  • Apakah Allah memberi kita cobaan? Dia ingin tahu sejauh mana kesabaran kita menerima ketentuanNya. Apakah kita sabar dan tetap berprasangka baik padaNya ataukah sebaliknya?
  • Apakah Allah malah mengazab kita? Dia tahu bahwa kita pantas menerimanya karena perbuatan tangan kita sendiri. Azab disegerakan agar kita kembali ke jalan yang benar.
  • Apapun itu intinya tetap ikhlas dengan ketentuan Allah dan kembali bangkit. Jauhi perasaan galau dan terpuruk. Memang kebaikan itu harus diupayakan dengan sungguh-sungguh.
  • Wallahu alam...

Jangan Ragu Berbagi Rezeki Karena Balasan Allah Tidak Menunggu Lama

Mengapa enggan berbagi rezeki?

Kita telah dianugerahi rezeki yang banyak dari Allah SWT. Diantara rezeki untuk diri dan keluarga juga terselip bagian untuk orang lain. Jika orang lain mendapatkan rezeki melalui kita itu adalah rezeki yang ditakdirkan llahi untuk mereka hanya lewatnya yang melalui tangan kita. Semua yang Allah beri ke kita itu titipan. Titipan yang harus kita pergunakan dengan sebik-baiknya, sebanyak-banyak manfaatnya. Demikian juga harta, uang, makanan, pakaian dan rezeki lain yang kita miliki. Mengapa harus enggan? Satu-satunya hal yang tidak berkurang tapi akan bertambah meskipun terus-menerus dibagi itu adalah sedekah. Sedekah apa saja bisa memperderas rezeki.


Bersegeralah berbagi selama masih ada kesempatan

Sebelumnya saya pernah menulis tentang sedekah rambutan memperbanyak rezeki dan rezeki 50 ribu yang langsung dibalas keesokan harinya. Kisah inipun tidak jauh berbeda hanya jenis sedekahnya saja yang lain. Sedekah tidak harus berupa uang tapi bisa berupa apa saja yang kita miliki. Kalo sebelumnya sedekahnya berupa hasil panen seperti rambutan dan uang, kali ini sedekahnya berupa makanan.

Kisah ini dialami sendiri oleh penulis juga. Pagi hari seperti biasa saya ke kantor dan mengerjakan tugas-tugas harian sebagai abdi pemerintah di satu instansi. Kebetulan pagi harinya karena terburu-buru menuju kantor saya tidak sempat sarapan. Akhirnya saya berinisiatif untuk membeli makanan berupa pastel goreng yang saya anggap cukup untuk dimakan dengan teman satu ruangan. Akhirnya berpindahlah sepiring pastel goreng itu di tangan saya dan kami makan beramai-ramai.

Setelah jam kantor berakhir saya segera pulang ke rumah dan beristirahat sebagaimana biasanya. Tiba-tiba pintu rumah diketuk dan anak tetangga mengantarkan makanan karena habis hajatan, tidak tanggung-tanggung 5 piring sekaligus. Saya mengucap syukur kepada Allah SWT, Alhamdulillah kami sekeluarga tidak pernah kekurangan makanan. Begitu banyak rezeki Allah yang kami terima dan kami syukuri itu dengan hati lapang. Saya tidak pernah berharap bahwa sepiring pastel goreng yang dimakan beramai-ramai di kantor nantinya akan dibalas Allah dengan 5 piring rupa-rupa makanan sekaligus. Niat saya hanya ingin berbagi dan merasa bahwa uang saya harusnya bukan cuma saya dan keluarga yang menikmati.

Saya memang selalu berusaha berbagi apapun milik saya. Berbagi tak harus menunggu kaya atau banyak uang dulu. Kadang saya sengaja memesan nasi bungkus dan membagi-bagikan makanan untuk orang kusta yang biasanya banyak duduk mengemis di pinggir jalan. Jika ada pakaian baik milik saya, suami, anak-anak yang sudah tidak dipakai lagi saya bagikan pada keluarga atau orang lain yang memerlukan. Jika habis keluar kota atau keluar negeri sedapat mungkin saya membeli oleh-oleh untuk dibagi dengan keluarga. Semuanya saya lakukan karena saya sadar sekaranglah waktunya. Selama nyawa masih ada dalam badan, selama fisik masih kuat, selama uang di kantong masih ada. Jika kematian telah datang, jika saya sudah sakit-sakitan atau tua renta tak berdaya, atau ketika uang tidak punya lagi meskipun saya ingin berbagi dan berbuat banyak pasti akan terbatas jadinya.

Jadi berbagilah, sekarang juga ! Tak perlu tunggu esok atau lusa, karena esok itu masih misteri. Masihkah kita punya kesempatan? Tidak ada yang bisa menjamin. Karena ajal, kesusahan, sakit serta kemiskinan bisa saja datang melingkupi kita seketika. Meski hidup kita tidak selalu bahagia tapi kita selalu bisa membahagiakan orang lain. Segeralah berbagi karena balasan Allah tidak menunggu lama. Ada yang mengatakan kalau kita berbuat baik maka balasannya akan disegerakan, bahkan niat baik pun sudah diganjar Allah dengan pahala. Tidak ada yang salah dengan perbuatan baik. Itulah mengapa orang baik rezekinya banyak dan salah satu ciri-ciri orang yang mudah rezeki adalah orang yang menghiasi hidupnya dengan kebaikan. Wallahu alam.

Syukur Hanya di Bibir Saja, Tapi Mau Banyak Rezeki,? Ngacalah !

Sudahkah update bacaan Quran mu hari ini?

  • Coba tanya kembali dirimu berapa kali dalam sehari kamu update status di medsos? Seolah kamu pengen ngumumin ke seluruh dunia apa yang kamu lakuin, apa yang kamu pikirin, apa yang bikin kamu eneg, makan apa kamu hari ini. Jawabannya bisa macam-macam, ada yang sering banget updet status, ada juga yang kadang-kadang, tapi kamu pasti punya lebih banyak waktu buat mengecek status di medsos, berapa like yang kamu dapat, berapa komen yang bikin semangat?
  • Tapi sudahkan kamu membaca Quran hari ini? Apakah kamu sudah update bacaan yang kemarin? Apakah hari ini kamu dapat like dari Allah, ada gak zikir-zikir yang kamu semangat, ada gak ibadah tambahan semacam tahajud, dhuha, sedekah, yang kamu lakukan hari ini?
  • Mari kita berandai-andai, jika jumlah waktu yang kita pake' buat update status dipake buat update bacaan Quran, sehingga tiap hari bacaan kita tambah maju, syukur-syukur kalo selesai 1 juz, pasti keren.. Ya iyyalah... dapat like dari Allah, pake bonus pahala, dan janji grand prize surga lho... !! Yook ngaji yook !



Ayat-ayat Syukur

  • Di blog ini saya mencoba buat terjemahan dari Al Quran dengan ilustrasi yang enak diliat, agar baca Quran jadi menyenangkan.
  • Kalo sebelumnya kita udah lihat ayat-ayat Al Quran tentang rezeki di sini dan di sini, juga hadits-hadits petunjuk keberlimpahan rezeki, kali ini kita akan lihat ayat-ayat tentang syukur. Sebenarnya banyak sekali ayat-ayat yang tersebar dalam Al Quran yang bercerita tentang syukur. Akan kita bahas secara bertahap ya...

1) Al Baqarah ayat 152.

  • Apa kata Allah pada ayat di atas? 
  • 1) Allah ingin agar kita selalu ingat padaNya. Kalau kita ingat pada Allah, Dia juga akan kepada kita. Jadi pada saat pembagian rezeki, pasti yang diingat kebagian lebih banyak kan..??
    • Bagaimana cara kita mengingat Allah? Tentu saja dengan berzikir, memuji namaNya. Zikir yang terbaik adalah saat kita berzikir memuji Allah bukan hanya lewat lisan tapi hati ikut memuji.
  • 2) Allah menyuruh kita juga untuk bersyukur. Karena begitu banyaknya rezeki yang diberi pada kita. Kalau belum paham bagaimana cara bersyukur yang benar, baca lagi artikel  sudah betulkah cara kita bersyukur?
    • Syukur itu adalah pengakuan akan kenikmatan dan rezeki yang telah kita terima dari Allah, kemudian lisan kita melantunkan puji-pujian syukur seperti "alhamdulillah ya Allah", hati kita membenarkan dan tubuh kita membuktikannya dengan ketaatan atas perintahNya. Jika baru sebatas lisan saja artinya syukur kita baru hanya sekedar lip service saja alias di bibir saja. Bagaimana mau rezeki di tambah kalo syukurnya gak sungguh-sungguh???
  • 3) Jangan mengingkari nikmat Allah. Gimana caranya? Gunakan nikmat / rezeki di jalan Allah. Dikasi uang yang banyak, jangan ditumpuk, jangan dipake foya-foya, mubazir, beli barang-barang haram kaya' narkoba, minuman keras atau togel. Di kasi harta, ya jangan disimpan dan dipake sendiri, bagi sama yang butuh, tunaikan hajat sesama muslim, bangun tempat ibadah dan sekolah yang manfaat. Di kasi anggota tubuh yang lengkap ya..dipake ibadah, mata dipake meliat yang bener, telinga pake denger yang bener, kaki dipake melangkah ke jalan yang bener.

2) Al Baqarah ayat 172.

  • Apa yang Allah kemukakan dari ayat di atas?
    • 1) Allah ingin kita makan rezeki yang baik-baik yang diberikan pada kita. Begitu besar limpahan rezeki makanan yang diberi Allah kepada kita, tinggal kita memilih mana yang baik untuk dimakan. Kategori rezeki yang baik adalah yang diperoleh dari sumber yang halal, kondisinya bagus, kalo makanan dia halal (tidak haram seperti babi, bangkai, darah dan nanah atau makanan yang meragukan kehalalannya) dan thayib (tidak rusak/basi/berjamur). (baca : mau hidup berkah, makanlah yang baik-baik)
    • 2) Rezeki yang diberi oleh Allah itu banyak tapi saat ingin mengkonsumsinya kita harus pilih-pilih, yang jelas kehalalannya. Ingatlah ada konsekuensi yang kita terima saat makan rezeki haram selain berdosa tapi juga amalan tertolak selama 40 hari (baca : efek dari rezeki haram)
    • Apa sebenarnya yang dimaksud dengan halal? Halal artinya tidak terikat atau lepas. Maksudnya lepas dari ikatan bahaya duniawi dan bahaya ukhrawi. Secara ilmu kesehatan makanan itu sehat untuk dimakan serta tak dilarang oleh agama.
    • 3) Bersyukurlah kepada Allah. Tentu saja karena kita sudah diberi begitu banyak nikmat, termasuk makanan yang tak pernah habis-habis. Sehingga sebagai ucapan terima kasih, kita perlu bersyukur. Bukan untuk kepentingan Allah karena tanpa kita bersyukur pun, Allah tetaplah Tuhan, semua itu untuk kepentingan kita, agar rezeki yang kita terima tidak saja bermanfaat untuk menjaga kelangsungan hidup tapi juga berkah.

3) Lukman ayat 12

  • Seperti dikemukakan pada ayat ini bahwa Allah SWT memberi hikmah kepada Lukmanul Hakim karena keimanannya dan pesan-pesan Lukman kepada anaknya diabadikan dalam Al Quran, agar jadi pembelajaran buat kita semua.
  • Syukur adalah untuk kepentingan manusia. Meski kita punya banyak rezeki dan tak bersyukur takkan mengurangi kekayaan Allah. Kekayaan kita hanyalah seujung kuku dan jika Allah ingin mengambil kekayaan kita bukanlah hal yang sulit.
  • Kitalah yang butuh Allah, kitalah yang lemah, bukan sebaliknya. Karena itu kita butuh Allah. Dan Syukur adalah ungkapan terima kasih atas kebaikan yang kita terima.

4) Ibrahim ayat 7

  • Dari ayat di atas Allah menjanjikan penambahan nikmat / rezeki jika kita bersyukur. Contoh kongkritnya begini, jika kita ngasih sesuatu pada seorang teman, dan teman itu tampak gembira dengan pemberian kita, mengucap terima kasih dengan tulus, barang pemberian kita itu dipake dan dimanfaatkannya dengan baik, sudah itu pemberian itu juga dijaga dengan baik, gimana perasaan kita? Pasti senang kan...? jadi kalau kita punya barang yang ingin dibagi pada seseorang pasti kita akan teringat teman yag pandai berterima kasih tadi bukan?
  • Apalagi Allah, Dia Maha Kaya, jika dilihatnya kita bersyukur atas rezeki yang diberiNya, memanfaatkan di jalanNya dan memenuhi hidup dengan ketakwaan padaNya.. pasti Allah ridha dan tambahan rezeki akan diberiNya gak pake lama...!!!

5) Al Imran ayat 145

  • Dari ayat ini sudah jelas bahwa kematian itu adalah ketentuan Allah dan semua yang bernyawa pasti mati. Jika tiba ajal seseorang Allah akan memerintahkan Malaikat Maut untuk mencabut nyawanya.
  • Jika kamu suka dengan pahala dua silakan berusaha dan kamu akan dapat pahala dunia. Tapi jika kamu ingin pahala akhirat, silakan berusaha di dunia maka akan kau dapatkan rezeki dunia dan pahala akhirat sekaligus. Hal ini terkait dengan niat seseorang. Meskipun setiap shalat kita menyebut kalo shalat, hidup dan mati kita untuk Allah, tapi kenyataannya kadang ada yang hidup dan matinya demi dunia, demi uang, demi pangkat, demi kekuasaan..??
  • Allah akan memberi balasan pada orang yang bersyukur, seperti yang dikemukakan di Surah Ibrahim ayat 7 di atas, bahwa balasannya adalah tambahan nikmat plus jaminan surga. 
Yakinkah kalo kamu orang yang bersyukur? Untuk mengeceknya silakan lihat kriteria orang yang bersyukur dan orang yang kufur nikmat. Kamu masuk yang mana?

Wallahu alam.

Ini Alasannya Mengapa Kita Harus Berdoa.

Apa itu doa?

  • Doa artinya meminta, memohon, memanggil dan lain-lain. Arti doa secara istilah adalah memohon kepada Allah dengan cara-cara tertentu.
  • Lalu apa bedanya dengan zikir? Zikir artinya ingat kepada Allah dengan membaca kalimat-kalimat thayibah secara khusyu, paham artinya, serta berharap ridha Allah atas apa yang dikerjakannya.
  • Perhatikan hadits di bawah ini betapa Allah sangat perhatian kepada hambaNya sehingga apapun masalah yang dialami hamba agar diadukan padaNya, termasuk masalah kekurangan rezeki dan miskin.
doa


Allah yang menyuruh kita berdoa.

  • Mengapa harus capek-capek berdoa, biarkan saja hidup mengalir apa adanya. Hidup mengalir itu tidak ada, semuanya sejalan dengan qadha dan qadar Allah. Diantaranya kita tetap diberi pilihan untuk menentukan yang terbaik buat kita. Masalahnya yang paling tahu apa yang terbaik buat kita bukanlah diri yang lemah ini, tapi Allah. Itulah sebabnya kita perlu berdoa, memohon agar diberi petunjuk, diberi bimbingan, dikasi perlindungan.
  • Allah sendiri yang meminta kita berdoa padaNya kok !
doa

Allah ingin kita selalu mengingatNya

  • Kita diciptakan ada tujuannya, yaitu untuk mengabdi kepada Allah. Apakah selama ini kita sudah mengabdi kepadaNya atau malah menjadi budak dunia? Allah ingin kita selalu mengingatNya.
doa
  • Allah tak pernah meninggalkan kita sendiri, karena Allah selalu bersama kita dimanapun dan kapanpun kita mengingatNya. Karena itu jangan pernah putus zikir padaNya. Jika kita rindukan kekasih, rindu Allah jauh lebih baik.


Mengapa kita harus berdoa?


(1) HATI MENJADI TENANG
  • Berdoa adalah kebutuhan rohaniah yang diperlukan manusia dalam hidupnya. Manusia lah yang butuh Allah, bukan sebaliknya. Dengan berdoa dan mengingat Allah maka hati kita kan tenteram, terhindar dari penyakit-penyakit rohani seperti cemas, takut, was-was, ragu-ragu dan sebagainya. Sebagaimana firmanNya dalam Surah Ar Rad ayat 28 berikut ini :
doa

  • Hati yang tenang dan tenteram akan membuat kita lebih mudah menerima masukan, lebih mudah menjalani hidup, lebih gampang mencari rezeki Ilahi.


(2) LEBIH DEKAT PADA ALLAH
  • Hanya orang-orang yang berdoa yang merasakan kedekatan dengan Rabbnya, merasa dicintai, merasa diperhatikan dan merasa lengkap karena Allah selalu bersamanya.
doa
  • Allah menjamin pengabulan doa kita jika kita bermohon padaNya. Allah ingin kita tetap mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Dia ingin kita terus menjadi orang beriman kecintaanNya, bukan untuk kepentingan Allah tapi untuk kebaikan kita. Kita beriman atau tidak, sama sekali tidak akan mengurangi kekuasaan Allah.


(3) BISA MELEBUR DOSA
  • Hanya lewat doa-doa yang berisikan pengakuan dosa, permohonan ampun, dan ikrar taubat yang bisa melebur dosa yang terlanjur dilakukan. Sebagaimana firman Allah pada Surah Al Imran ayat 135 :
doa



(4) MEMPERLANCAR REZEKI
  • Sebagaimana yang terlihat pada hadits Abu Dawud di atas, Allah ingin agar kita mengadukan masalah kemiskinan kepadaNya karena Dia lah solusi dari semua masalah rezeki kita. Aduan kita padaNya bagaikan hotline 24 jam yang selalu sedia, tak pernah sibuk dan segera ditanggapi cepat atau lambat.
  • Perhatikan juga hadits Rasulullah SAW berikut ini :
doa
  • Allah mempertegas bahwa kita tak punya apa-apa kecuali apa yang diberiNya. Karena itu jika ingin sesuatu MINTA lah pada Allah, jangan pada yang lain apalagi pada sesama manusia yang lemah.


(5) MERUBAH TAKDIR
  • Tidak ada yang tak mungkin bagi Allah, bisa saja kita ditakdirkan miskin tapi karena doa-doa tulus yang kita panjatkan di malam-malam sunyi dan amalan saleh, ibadah dan kebajikan yang tak pernah putus kita lakukan, bisa saja itu merubah takdir kita.
  • Ini sabda Rasulullah SAW :
doa



(6) PERMOHONAN KITA KECIL BAGI ALLAH
  • Kita yang butuh rezeki, kita yang butuh pertolongan Allah, kita yang butuh perlindunganNya, kita perlu Allah untuk mengabulkan hajat kita. Karena kita tahu bahwa permintaan sebesar apapun adalah kecil bagiNya, hanya laksana jarum yang dicelup ke permukaan laut. Subhanallah !
doa
  • Kekuasaan dan kekayaanNya begitu besar dan permintaan umat manusia bahkan jin mulai dari awal zaman sampai sekarang digabung jadi satu takkan mengurangi kekuasaanNya. Masih kah kita enggan meminta?
Sudahkah anda berdoa hari ini? Silakan baca artikel lain tentang doa di sini.

Wallahu alam.

Doa dan Zikir Keberlimpahan Rezeki

Perlunya doa sudah kita bicarakan di tulisan sebelumnya. Sekarang kita akan melihat doa apa saja yang bisa digunakan untuk memohon rezeki. Sebenarnya untuk berdoa, berbeda-beda bagi setiap orang, dan tidak harus mengikuti apa yang ada di sini. Ini hanya contoh kecil doa-doa yang bisa kita panjatkan pada Allah SWT.

(1). DOA MINTA REZEKI

  • Haruskah kita berdoa minta rezeki, bukankah rezeki kita sudah ditentukan Allah? Betul rezeki memang telah ditentukan tapi rezeki tidak datang begitu saja tanpa dijemput dengan ikhtiar. Pelengkap ikhtiar itu adalah doa.


(2) DOA AGAR BERLEPAS DIRI DARI JERATAN HUTANG

  • Kadang memang hutang tak dapat kita hindarkan, tapi haruskah kita pasrah saja jika ternyata jerat-jerat hutang bisa mencekik leher kita? Banyak cara yang diajarkan Nabi, salah satu adalah dengan doa di bawah ini.


(3) DOA MINTA KESEHATAN DAN KELAPANGAN REZEKI



(4) DOA MUDAH REZEKI DAN TERHINDAR DARI SIKSA KUBUR.



(4) ZIKIR LAA HAWLA



(5) ZIKIR LAA ILAAHA ILLALLAHIL HAQQUL MUBIIN



(6) ZIKIR LAA ILAHA ILLALLAH



(7) ZIKIR PENAKLUK DUNIA

  • Seseorang bertanya kepada Rasulullah bagaimana caranya mengtasi kemisikinan, oleh beliau disarankan untuk membaca zikir para malaikat dan disukai oleh Allah yaitu zikir penaluk dunia berikut ini :

KESIMPULAN 

  • Itulah beberapa doa dan zikir keberlimpahan rezeki. Doa dan zikir itu tak berarti sama sekali jika tak diikuti dengan usaha dengan ikhtiar yang betul kemudian bertawakkal pada Allah.
  • Ikhtiar  yang terus menerus tanpa diselingi dengan doa dan mengingat kebesaranNya juga akan timpang, bisa-bisa kita terkena penyakit sombong dan takabur.
  • Baca juga kumpulan doa mudah, murah dan lancar rezeki.
  • Wallahu alam..

Meraih Rezeki Lewat Umur

Rata-rata umur kita pakai untuk apa?

jangan terlena dengan umur
  • Bayangkan rata-rata umur Umat Nabi Muhammad adalah 60 tahun. Sanggupkah kita menjawab pertanyaan kau apakan umurmu yang 60 tahun itu? (Baca juga : bagaimana menjadikan waktu sebagai rezeki? ).
  • Umur yang 60 tahun itu kita pakai untuk apa saja?

Mari kita hitung

# 1. LAHIR SAMPAI AKIL BALIGH
  • Masa lahir sampai akil baligh boleh dibilang ibadah kita belum sempurna. Kita baru belajar dan melakukannya sebagai proses mengenal dan mengetahui saja.


# 2. MASA REMAJA
  • Banyak kita habiskan untuk belajar ilmu dunia dan sedikit ilmu akhirat. Taro lah ibadah kita lakukan tapi hanya yang wajib saja karena lebih banyak hal penting yang lain yang perlu dilakukan untuk mengejar cita-cita dan impian (duniawi) dan mengabaikan impian ukhrowi (itu juga kalau sadar).
  • Kita betul-betul menikmati indahnya masa remaja, merasakan gejolak hormon masa muda dan terbuai olehnya.


# 3. MASA DEWASA
  • Banyak kita habiskan untuk bekerja di bidang tertentu dan meniti karier sampai ke puncak. Syukur-syukur jika ibadah dilakukan, meski kadang shalat sudah di akhir waktu, puasa ramadhan tapi tak pernah tarawih, zakat hanya 2,5 % sesuai aturan tanpa ada tambahan zakat, infaq dan sedekah. Lebih penting uang ditabung untuk keadaan darurat atau uang diinvestasikan agar berkembang. Tak ingat pergi haji karena merasa belum terpanggil.


# 4. MASA TUA
  • Masa bekerja dan meniti karier telah selesai tapi kita sibuk mengurusi anak dan cucu serta warisan yang akan kita gunakan. Katakanlah kita sudah mulai ingat mati dan mulai memperbaiki ibadah. Tapi sisa berapa tahun kah umur sebelum antrian kita untuk dijemput malaikat maut tiba? Umumnya PNS pensiun di umur 58 tahun. Jika begitu paling tidak hanya tersisa lebih kurang 2 tahun untuk betul-betul ibadah. Jika yang 2 tahun itu dikurangi dengan waktu yang dipakai untuk makan, minum, tidur, ke toilet dan aktivitas duniawi lainnya berapa kah yang tersisa untuk mengingat Allah?


UMUR YANG TELAH KITA HABISKAN

(1). Untuk tidur
  • Tidur adalah fitrah manusia. Kita butuh tidur agar tubuh punya waktu untuk beristirahat,  beregenerasi dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Jika tidak tidur maka ritme tubuh bisa terganggu dan kita bisa sakit. Lagi pula saat tubuh sudah memberikan sinyal mengantuk, sangat susah untuk menahannya bukan? 
  • Sesuai dengan aturan ilmu kesehatan tidur yang cukup adalah 8 jam sehari. Katakanlah kita tidur sesuai aturan 8 jam sehari, maka waktu yang kita habiskan untuk tidur saja adalah 20 tahun. Ini perhitungan rata-rata karena waktu bayi dan anak-anak kita tidur lebih banyak. 
  • Sisa berapa umur kita selain yang dipakai tidur? 60 - 20 = 40. Ya... 40 tahun.

(2). Untuk makan
  • Tubuh juga perlu makan. Itu sebabnya setiap hari kita keluar mencari rezeki Allah agar tubuh yang lemah ini bisa diberi makan sehingga kuat. Tanpa makanan maka tubuh tak punya energi untuk melakukan aktivitas. Perut lapar dan haus tak bisa ditahan, itu sinyal kalau energi sudah menurun. 
  • Katakanlah sehari kita habiskan waktu setengah jam untuk makan minum yang minimal 2 kali sehari plus snack selingan, maka waktu total yang kita habiskan untuk makan adalah 3 tahun dari umur kita.
  • Sisa berapa umur setelah dikurangi tidur dan makan? 40 - 3 = 37. Ya... 37 tahun.

(3). Untuk bekerja.
  • Manusia hidup harus bekerja dan harus ikhtiar mencari rezeki agar minimal bisa memberi makan dan pakaian serta tempat tinggal bagi tubuh dan keluarganya. Katakanlah kita bekerja kurang lebih 8 jam setiap harinya. Jadi waktu yang kita habiskan untuk bekerja juga 20 tahun.
  • Sisa berapa umur yang tersisa setelah dikurangi tidur, makan dan bekerja? 37 - 20 = 17. Ya.. 17 tahun.

(4). Dikurangi masa akil baligh
  • Dari lahir sampai akil baligh boleh dibilang ibadah kita masih dalam taraf coba-coba dan belajar karena belum diwajibkan. Katakanlah rata-rata kita akil baligh di usia 15 tahun (anak perempuan bisa lebih cepat). Jadi sisa berapa dari yang 60 tahun itu ? 17 - 15 = 2. Ya.. 2 tahun. Dan inilah waktu yang bisa kita pakai untuk ibadah. Itu juga kalau kita cukup cerdas untuk memanfaatkannya. 
  • Belum lagi bagi mereka penggemar hiburan. Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk nonton baik bioskop maupun nonton TV, berapa banyak waktu yang dipakai untuk mendengarkan musik, menonton konser. Berapa banyak waktu yang habis untuk bermain game yang bikin penasaran. Berapa waktu berlalu yang dimanfaatkan untuk online, update status di medsos, foto-foto selfie, searching, browsing, chatting. Bagi yang maniak begadang dan hobi kongkow-kongkow tak karuan, berapa banyak waktu terlewat hanya untuk begadang?


Hitunglah... dan sadarlah... !

Bagaimana meraih rezeki lewat umur? (Baca juga : manfaatkan rezeki umur dengan baik).
  • Umur itu hanya angka-angka tak berarti. Yang membuat umur itu menjadi rezeki adalah dengan memanfaatkan semua aktivitas harian sebagai ibadah, agar semua hal-hal rutin yang kita lakukan itu dinilai sebagai ibadah dan menambah pundi-pundi amal. 
  • Bukan hanya ibadah fisik seperti shalat, puasa, zakat, haji tapi juga ibadah rutin seperti tidur, makan dan bekerja bahkan aktivitas toilet dan ke belakang pun bisa bernilai ibadah.
  • Caranya :

1. Menjadikan tidur sebagai ibadah.
  • berdoa sebelum tidur.

  • melakukan amalan sebelum tidur, sebagaimana pesan Rasulullah SAW pada isteri tercintanya Aisyah ra, "Janganlah engkau tidur sebelum melakukan 4 perkara, yaitu (1) sebelum engkau khatam Al quran, (2) sebelum para nabi membrimu syafaat di hari akhir, (3) sebelum para muslim dan muslimat meridhoi kamu, dan (4) sebelum engkau melaksanakan ibadah haji dan umrah.

  • Aisyah tentu saja bingung bagaimana bisa menjalankan 4 hal tersebut seketika dalam semalam? Kemudian Rasulullah menjelaskan lagi, (1) Jika engkau tidur bacalah surah Al Ikhlas 3 kali, itu seperti mengkhatamkan Al Quran, (2) membaca shalawat untukku dan para nabi sebelumku, niscaya kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat *baca istighfar juga 3x (3) beristighfarlah untuk para muslimin dan muslimat maka mereka akan meridhai kamu *baca istighfar juga 3x, (4) perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umrah *baca subhanallaahi wabihamdihii walaa ilaaha illallaahi 3x.
  • Usahakan berwudhu sebelum tidur dan berbaring pada sisi kanan tempat tidur. 

  • Sepertiga malam bangunlah untuk melaksanakan shalat tahajud.


  • Setelah bangun berdoalah dengan doa bangun tidur.




2. Makan sebagai ibadah.


  • Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah makan.
  • Makanlah makanan yang baik lagi halal.
  • Gunakan tangan kanan saat makan.
  • Makanlah pada saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.
  • Perhatikan sumber makanan, carilah rezeki yang halal untuk membeli makanan yang juga dihalalkan.


3. Bekerja sebagai ibadah.
  • Bekerjalah pada tempat yang halal, menghasilkan produk dan jasa yang halal atau tidak dilarang oleh agama.
  • Bekerjalah dengan jujur, jangan makan gaji buta alias terima gaji tapi tidak bekerja. Jika kita pemilik usaha, bayarkan gaji karyawan sesuai haknya.
  • Jangan korupsi, kolusi atau menyalahgunakan jabatan.
  • Jangan lupa berdoa sebelum dan setelah bekerja. Kalau perlu selama bekerja agar tetap dalam lindungan Allah SWT.
  • Jangan sampai bekerja menghalangi kita ibadah pada Allah. Pekerjaan harusnya semakin mendekatkan kita padaNya bukannya semakin menjauhkan. (baca : kapan rezeki menjadi masalah?)
Siap meraih rezeki lewat umur? Agar umur dan waktu tak berlalu begitu saja tanpa memberi kontribusi bagi pertambahan pahala, amal dan kualitas kita sebgai manusia.
Wallahu alam...

Ridha  Allah ada pada keridhaan Orang Tua, Kebencian Allah ada pada kebencian orang tua.

Kita diperintahkan Allah untuk berbakti pada orang tua :
" Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalm keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (Q.S.Lukman : 14)

berbakti
Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua

Kita sudah terbiasa mendengar kalimat Ridha Allah terletak pada keridhaannya orang tua. Tapi dalam keseharian apakah kita menyenangkan / berbakti pada orang tua? Tahukah anda bahwa kesalahan yang kita buat pada orangtua bisa memacetkan rezeki? Pandanglah diri kita, sudahkah kita memperlakukan orang tua seperti raja untuk mendapat keridhaannya? Dengan ridhanya orangtua, kita berharap Allah pun akan ridha dan melimpahkan rezekinya. Ada banyak cerita kesusahan anak manusia yang terekam, ada banyak cerita keburaman anak manusia yang terpotret, ternyata semuanya bermuara dari perasaan sakitnya hati orangtua terhadap anaknya.

Cara menjadikan orang tua sebagai raja

Anda lihat bagaimana raja diperlakukan oleh rakyatnya? Raja selalu diutamakan dalam segala hal dan segala kesempatan. Sedapat mungkin raja mendapatkan makanan yang terbaik, pakaian yang terbaik, pelayanan yang memuaskan. Begitu juga seharusnya kita memperlakukan orang tua kita.
  • Beri makanan terbaik untuk mereka. Jika orangtua ingin makan sesuatu, usahakanlah. Jangan membuat orangtua menunggu apalagi kelaparan. Ingatlah waktu kecil apa pernah orangtua menunda untuk memberi makan kita? Apa pernah orangtua membuat kita kelaparan? Sejak bayi merah pun orang tua segera sigap memenuhi kebutuhan kita saat menangis. Ibu sudah siap sedia dengan ASInya yang mengenyangkan perut kita. Ayah sudah siap membelikan susu jika ASI bunda masih terasa kurang memenuhi rasa lapar kita. Besar sedikit ibu senantiasa menyuapi makanan kita karena kita belum mampu menyuapi diri sendiri. Pernahkan terpikir bahwa mungkin mereka sendiri belum makan demi mengutamakan kita? Disaat tua dan rentanya apakah kita melakukan hal yang sama pada mereka? Apakah kita mendahulukan makanannya, memberinya makanan terbaik yang dia senangi, menyuapinya di kala tangan tuanya telah bergetar? 
  • Cukupi kebutuhannya. Pernahkah saat kita kecil meminta dan merengek menginginkan sesuatu orangtua menolaknya? Meskipun kondisi ekonominya pas-pasan orangtua selalu mengusahakan untuk kita. Meskipun harus mengorbankan keinginannya sendiri orangtua rela demi melihat senyum di wajah kita. Saat besar pernahkan permintaan orangtua kita utamakan? Pernahkah keinginannya kita segera usahakan? Atau kita selalu mengabaikannya dan menganggap orang tua terlalu banyak permintaan, sementara kita sendiri banyak kebutuhan? Ingat baik-baik, senyum di wajah orang tua karena senang pada apa yang kita lakukan akan memudahkan ridha Allah, memudahkan rezekiNya tercurah pada kita.
  • Libatkan mereka dan selalu minta doa restunya. Kita pernah berlindung di balik rahim seorang ibu, merasakan manisnya air susunya dan merasakan belaian dan perlindungan ayah. Setelah dewasa saat ingin membuat keputusan penting dalam hidup kita pernahkah kita melibatkan mereka? Saat ingin melamar pekerjaan atau melamar seorang wanita apakah kita minta doa restu orang tua? Jika mereka tidak merestui apakah dengan berani kita menentangnya, menganggap mereka menghalangi masa depan kita? (baca : mengapa berbakti pada ibu bisa melipatgandakan rezeki?)
  • Perhatian yang tak putus. Meskipun kita telah memiliki keluarga yang menjadi tanggung jawab kita sendiri, perhatian terhadap orangtua tidak boleh putus. Karena merasa sudah mengirimi uang secukupnya untuk memenuhi kebutuhannya kita merasa tidak perlu lagi untuk mengunjunginya. Sekedar menelepon pun kita enggan dengan alasan sibuk. Kita merasa cukup membayar pembantu atau suster untuk mengurusnya, sudah cukup bakti sebagai anak. Toh uang yang dikeluarkan tidak sedikit. Begitukah pikiran kita? "Barangsiapa yang suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."(H.R. Bukhari). Silaturahmi yang paling utama sebelum kepada orang lain adalah kepada orangtua kita sendiri.
  • Rawat saat dia sakit dengan perawatan terbaik yang kita mampu. Biaya pengobatan saat ini mahal, bersediakah kita menyediakan biaya untuk membiayai pengobatan orangtua kita? Atau membiarkan mereka dirawat dukun kampung saja dengan pikiran toh umurnya sudah tidak lama lagi? Bersediakah kita turun tangan membersihkan kotorannya seperti saat kita kecil dulu, memapahnya berjalan seperti saat langkah kaki kecil kita dulu diajarinya berjalan, menyisir rambutnya dengan minyak seperti halnya dulu beliau merapikan rambut kita sehabis mandi ?
  • Berikan kebahagiaan dengan melibatkan anak. Biarkan dia bertemu dan bercengkrama dengan anak cucunya. Bawa anak-anak kita untuk bertemu dan libatkan mereka untuk ikut memberi perhatian pada kakek / neneknya. Setidaknya mereka belajar dari kita bagaimana memperlakukan orangtua. Jika kita memperlakukan orang tua buruk, anak-anak kita akan belajar dan memperlakukan kita di masa tua sama seperti kita memperlakukan orangtua. Anak-anak adalah pembelajar tercepat.
Jika semua itu sudah kita lakukan, kita akan menyenangkan hati orang tua. Orang tua yang senang dan bahagia akan mendoakan anak-anaknya. Tahukah anda bahwa doa orangtua itu diterima Allah? Tidak ada orangtua yang mau mendoakan anak-anaknya susah dan jauh rezeki. Tetapi orangtua tetaplah manusia biasa yang bisa sakit hati dan terluka. Kesakitan dan rintihan hatinya akibat perbuatan kita bisa membuat Allah marah. Bisa juga orang tua yang karena kemarahannya menyumpahi kita anaknya. Waspadalah jika ini terjadi karena bisa saja, saat maut hendak menjemput, ajal susah berpisah dari badan karena menanggung dosa pada orangtua. Jika berdosa pada Allah kita hanya tinggal memohon ampun padaNya dan insya Allah akan diampuni, tetapi jika berdosa pada orangtua hanya akan diampuni Allah setelah orangtua ridha dan memaafkan kesalahan kita. Ingatlah untuk terus berbuat baik pada orangtua, Jadikan dia raja dalam kehidupan kita, agar rezeki kita seperti rezeki raja yang terus mengalir tanpa ada habisnya. Pintu langit akan terbuka dengan mudahnya, menurunkan rezeki Allah pada hamba yang dicintaiNya.

"Aku bertanya kepada Nabi SAW tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah, Nabi SAW menjawab, pertama shalat di awal waktu, berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah." (H.R.Bukhari-Muslim).

Betapa celakanya jika orangtua meninggalkan kita sambil membawa rasa kesal dan rasa sakit hati. Wallahu alam.

Masih Merasa Rezekimu Kurang? Baca Ini !

Banyak diantara kita yang merasa hidupnya paling sengsara, jauh dari kenikmatan. Rezeki Allah seolah tidak pernah cukup baginya, karena dia selalu merasa kurang. Perbandingannya adalah orang-orang yang menurutnya jauh lebih beruntung dibanding dirinya. Lebih kaya, lebih makmur, rumahnya lebih besar, mobilnya lebih mewah dan sebagainya. Tapi tahukah anda dan saya bahwa masih banyak orang yang kurang beruntung dibandingkan kita. Jika tidak percaya dan masih saja merasa rezekinya kurang, bacalah kalimat-kalimat di bawah ini.

rezeki cukup

Jika anda punya makanan dalam kulkas, punya pakaian ganti dalam lemari, punya tempat tinggal untuk berlindung dari panas dan hujan serta punya tempat untuk tidur dn melepas kepenatan maka maka anda lebih kaya dan lebih banyak rezekinya dibanding 75 %  orang di dunia

  • Sadarilah banyak orang yang hidup di negara miskin yang setiap hari harus bertarung dengan hidup karena tidak punya cukup makanan untuk dimakan, 
  • Banyak gelandangan yang bau karena tidak punya pakaian ganti, cukup yang melekat di badan mereka saja,
  • Banyak tuna wisma yang tidur di emperan toko, di pinggir jalan dan di bangku-bangku taman karena tidak punya tempat untuk berlindung dari panasnya matahari dan selalu kedinginan dan basah kuyup saat hujan.
  • Lalu mengapa harus merasa rezekimu kurang, jika ternyata 75 % orang di dunia tidak punya makanan untuk dimakan, tidak punya pakaian ganti serta tidak punya tempat tinggal tetap. 
  • Mereka inilah yang tinggal di negara miskin, negara yang terlibat perang dan konflik, negara di mana korupsi merajalela sehingga tidak bisa mensejahterakan rakyatnya, negara yang selalu terkena bencana alam, negara yang penduduknya terusir karena berbeda dengan komunitas pada umumnya seperti halnya Muslim Rohingya yang terusir dari negaranya karena mereka muslim diantara komunitas penduduk mayoritas beragama Budha.
  • Masihkah rezekimu terasa kurang?

Jika anda punya sedikit tabungan di bank, punya sedikit uang di dompet, punya pekerjaan tetap dan bisa makan setiap hari maka anda ada diantara 8 % orang mampu dan berezeki cukup di dunia

  • Sadarilah jika banyak orang yang tidak punya pekerjaan tetap dan kerjanya hanya luntang lantung tak karuan, menadahkan tangan menjual harga dirinya demi sekeping uang untuk makan. Menjadi pengemis pun tidak malu dilakoninya demi tuntutan perut.
  • Banyak orang yang masih terus mencari pekerjaan dengan harapan suatu saat ada yang menerima dan memberi mereka pekerjaan. Meski harapan itu hanya sia-sia belaka dan mereka dikungkung rasa putus asa akan masa depan mereka.
  • Banyak orang yang tidak bisa menabung karena uangnya hanya cukup untuk makan hari itu saja dan besoknya harus berusaha lagi. Entah besok dapat uang atau tidak itu masih misteri.
  • Banyak orang yang isi dompetnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehingga ia harus berhemat, kadang selalu berpuasa untuk menghemat uang makan.
  • Masihkah anda merasa kurang?

Jika anda terbangun pagi ini dengan perasaan lebih sehat, bebas dari segala penyakit berbahaya, tubuh normal dan lengkap, maka hidup dan rezeki anda lebih diberkahi dibanding dengan jutaan orang yang belum tentu bisa bertahan hidup dalam seminggu ini

  • Sadarilah banyak orang yang masih terbaring sakit di ranjang-ranjang rumah sakit tanpa pernah tahu kapan bisa sembuh.
  • Banyak orang yang masih berjuang melawan penyakit ganas yang belum ada obatnya sambil terus berharap akhirnya ada yang menemukan penawar penyakit yang dideritanya.
  • Banyak orang di dunia ini yang terbaring koma dengan semua kabel dan peralatan yang menunjangnya tetap hidup. Mereka terbaring terasing dari dunia yang indah ini. Mati belum, hidup juga tidak.
  • Banyak orang yang harus menjadi pasien rumah sakit jiwa dan hidup dalam angan-angan semu yang mereka ciptakan sendiri karena tidak mampu menghadapi kenyataan hidup yang demikian beratnya.
  • Banyak orang yang anggota tubuhnya tidak lengkap karena cacat, entah itu cacat bawaan dari lahir, kecelakaan, korban kekerasan, korban kekejaman perang dan sebagainya.
  • Masihkah anda merasa kurang?

Jika anda tidak pernah merasakan bahaya dan ketakutan di medan perang, tidak pernah merasakan hidup untuk dijadikan tawanan dan tahanan, tidak pernah merasakan keganasan alam serta tidak pernah merasakan kelaparan selama berhari-hari maka anda lebih beruntung dari 500 juta orang yang hidup tapi menderita

  • Sadarlah bahwa banyak orang yang masih hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian karena negaranya berada dalam konflik dan perang yang tidak ada habisnya.
  • Banyak negara yang menangkapi warganya yang tidak taat untuk dijadikan tawanan dan tahanan, baik karena perbedaan pandangan politik maupun karena mereka dicap sebagai sampah masyarakat.
  • Banyak orang yang harus rela kelaparan, harus merasakan antri untuk mendapatkan sembako karena negaranya tidak bisa menyediakan kebutuhan pokok mereka.
  • Banyak orang yang hidup dalam lubang perlindungan karena roket, senjata dan bom mengintai mereka di mana-mana.
  • Banyak manusia yang harus bertahan hidup dari bencana alam dahsyat yang menghabiskan harta mereka dan membuat mereka hidup dari belas kasihan dermawan yang memberikan sumbangan untuk kelangsungan hidup mereka.
  • Banyak hamba Allah di tempat lain yang harus survive hanya dengan makan makanan seadanya karena panen gagal, ternak banyak yang mati, sumur-sumur pada kering, sungai-sungai tercemar.
  • Masihkah merasa rezekimu kurang?

Jika anda bisa membaca pesan ini maka anda lebih beruntung dibanding 3 milyar orang di dunia yang tidak bisa membacanya sama sekali.

  • Sadarilah banyak negara yang memiliki penduduk dengan tingkat buta aksara yang tinggi. Mereka tidak sekolah sehingga tidak bisa membaca.
  • Banyak orang yang tidak bisa membeli laptop, telepon seluler (smartphone), komputer PC karena tidak punya uang yang cukup. Mereka harus memikirkan kepentingan perut dan makan sehari-hari ketimbang untuk membeli benda-benda mewah tersebut.
  • Banyak negara yang belum memiliki sambungan internet dan masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
  • Banyak manusia yang tidak punya uang untuk membeli sambungan internet, bahkan ke warnet pun tidak bisa karena harus bekerja sepanjang hari dengan pendapatan minim.
  • Banyak orang yang terlahir buta, tidak memiliki penglihatan yang normal sehingga tidak dapat membaca tulisan ini.
  • Bagaimana dengan anda? Masihkah merasa Allah tidak adil? Masihkah merasa kurang?
Renungkanlah kata yang saya cetak miring di atas. Jika semuanya itu anda miliki artinya anda adalah orang kaya, rezekinya banyak, melimpah tapi tak pernah melihatnya dan tak pernah mensyukurinya karena matanya dibutakan oleh kedengkian pada rezeki orang lain yang dianggap lebih darinya. Tahukah anda orang yang anda anggap lebih banyak rezekinya dari anda itu bisa saja hidupnya tidak tenang, bisa saja hartanya dalam jaminan utang di bank, bisa saja anak-anaknya terlibat narkoba, bisa saja dia tidak dapat memakan semua makanan yang sanggup dibelinya karena dokter melarangnya demi tubuh yang mulai digerogoti penyakit. Kita tidak pernah tahu apa yang dialami orang lain, karenanya jangan hanya menilai luarnya saja. Sibukkan diri dengan hal-hal positif termasuk ibadah dan biarkan orang lain dengan hidupnya. Tidak perlu iri, dengki apalagi mengasihani diri. Sadarilah bahwa kita jauh lebih kaya, jauh lebih makmur, memiliki rezeki yang terus mengalir tanpa henti dibanding sebagian besar orang di dunia ini yang masih berusaha bertahan hidup. Wallahu alam