Jumat, 09 Desember 2016


Buat yang merasa pemula dalam urusan pendakian gunung, boleh coba Gunung Manglayang. Letaknya di Bandung Timur, enggak jauh dari pusat kota. Hanya sekitar 20 kilometer saja.
Gunugn Manglayang terlihat dari kejauhan. FOTO: Flickr/Uanderman
Gunugn Manglayang terlihat dari kejauhan. FOTO: Flickr/Uanderman
Secara administratif, Gunung Manglayang terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Tapi, jarak terdekat untuk mencapai gunung ini ya dari Kota Bandung.
Gunung ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian pegunungan yang mengelilingi Kabupaten Bandung yaitu Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Burangrang dan Bukit Tunggul. Dari ketiga kawannya tersebut, Gunung Manglayang lah yang memiliki ketinggian paling rendah yaitu 1818 mdpl. Makanya, gunung ini cocok dijadikan lokasi one-day hiking karena untuk sampai ke puncaknya kamu hanya perlu mendaki selama 2 jam dengan jalan normal.

Jalur pendakian Gunung Manglayang

Ada tiga jalur pendakian berbeda menuju puncak Manglayang. Yaitu Jalur Batu Kuda di Cileunyi,  Palintang di Ujung Berung dan Baru Bereum di Kiara Payung Jatinangor. Jalur-jalur tersebut membawa kamu pada sisi puncak gunung yang berbeda. Nah, untuk mendapatkan pemandangan puncak yang super kece, sebaiknya kamu mengambil Jalur Baru Bereum.
Sisi timur puncak Gunung Manglayang. FOTO: Flickr.com/Wawan Dermawan
Sisi timur puncak Gunung Manglayang. FOTO: Flickr.com/Wawan Dermawan
Melalui jalur ini, awal pendakian kamu akan disambut oleh sebuah sungai kecil yang arusnya enggak deras. Penampilannya lumayan cakep karena ada kebun jeruk nipis milik penduduk yang menjadi latarnya. Ini bisa bikin kamu tambah semangat untuk menggapai puncak karena baru mulai saja pemandangannya sudah cakep gitu, gimana puncaknya?
Tak jauh dari situ, tantangan dari sebuah pendakian pun muncul. Trek pendakian sudah mulai menanjak dengan tanah liat yang licin terhampar sepanjang jalan dan kemiringan trek pun bisa mencapai 40-60 derajat dengan jumlah medan datar yang sedikit. Benar-benar jadi kombinasi sempurna dari sebuah cobaan sebelum mencapai puncak. Untung, trek tanah liat tersebut terkadang diselingi jalan berbatu yang bisa ngurangin kelicinan trek.
Di gunung ini enggak ada shelter atau pos pendakian karena memang jaraknya yang dekat, hanya sekitar 7 km. Jadi, kalau mau beristirahat bisa memanfaatkan medan datar tadi, atau kalau terpaksa berhenti di medan terjal bisa memanfaatkan batang pohon tumbang yang banyak ditemukan sebagai tempat untuk duduk.
Bandung Timur dilihat dari Manglayang. FOTO: Flickr.com/Immanuel
Bandung Timur dilihat dari Manglayang. FOTO: Flickr.com/Immanuel
Dua jam perjalanan enggak terasa karena pemandangan sepanjang pendakian yang memang bisa mengalihkan fokus kita pada rasa kagum. Dan sesampainnya di puncak, kamu akan kegirangan karena bakal lihat hamparan Kota Bandung dari ketinggian lebih dari 1000 m.
Belum lagi, kehadiran embun menutupi sebagian pandangan yang bikin suasanya jadi syahdu. Yah, walaupun enggak bisa ngerasain berada di atas gumpalan awan layaknya di Mahameru, seenggaknya ada ornamen embun yang menggantikannya lah.
Udah turun gunung, bisa banget lanjutin wisata yang enggak kalah seru di Bandung. Berikut artikelnya.
Selain batik, Yogyakarta adalah tempat yang tepat buat Anda yang mencari kain lurik. Berbeda dengan batik yang punya motif menarik untuk memikat calon pembeli, lurik hanya punya garis-garis sederhana dan warna untuk jadi penghias kain.
Sampai sekarang pun, lurik dijual dengan harga relatif jauh lebih murah jika dibandingkan dengan batik. Salah satu fungsi kain lurik yang paling sering kita lihat di Yogyakarta adalah sebagai bahan untuk surjan, pakaian atasan yang sering dipakai oleh abdi dalem keraton.
Di tengah kecintaan akan batik, pesona lurik seakan tenggelam. Padahal, lurik punya kisah, sejarah, dan filosofi yang tak kalah panjang dengan batik.
Tak seperti kampung-kampung batik, proses produksi lurik juga belum digarap sebagai tujuan wisata. Mungkin karena dalam proses pembuatannya, lurik tergolong hasil dari produksi massal alat tenun.
Setelah kita mengetahui soal batik dan proses pembuatannya, kini giliran untuk mengenal lurik serta proses penenunan di belakangnya.
Jika belum sempat melihat langsung ke Krapyak Wetan, Sewon, Bantul, mungkin bisa lewat foto-foto di bawah ini dulu.
Di pabrik industri tenun “Kurnia Lurik di Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, kita bisa melihat bagaimana para perajin masih menggunakan alat pemintal benang yang sederhana.
Menurut ANTARA, industri tenun yang berdiri sejak tahun 1962 itu dalam sebulan mampu memproduksi sekitar 3500-4000 meter tenun lurik. Kain yang mereka hasilkan lalu dipasarkan ke Bandung dan Jakarta dengan harga Rp35 ribu-Rp40 ribu per meter tergantung motif.
Perajin melakukan pemintalan benang saat proses pembuatan tenun lurik di industri tenun "Kurnia Lurik" Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, kamis (9/4). Industri tenun yang berdiri sejak tahun 1962 itu dalam sebulan mampu memproduksi sekitar 3500 - 4000 meter tenun lurik yang dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia seperti Bandung maupun Jakarta dan dijual dengan harga Rp, 35 ribu hingga Rp. 40 ribu per meter tergantung motif. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/Rei/nz/15.
Perajin melakukan pemintalan benang saat proses pembuatan tenun lurik di industri tenun “Kurnia Lurik” Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, kamis (9/4). Industri tenun yang berdiri sejak tahun 1962 itu dalam sebulan mampu memproduksi sekitar 3500 – 4000 meter tenun lurik yang dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia seperti Bandung maupun Jakarta dan dijual dengan harga Rp, 35 ribu hingga Rp. 40 ribu per meter tergantung motif. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/Rei/nz/15.
Perajin melakukan pemintalan benang saat proses pembuatan tenun lurik di industri tenun"Kurnia Lurik" Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, kamis (9/4). Industri tenun yang berdiri sejak tahun 1962 itu dalam sebulan mampu memproduksi sekitar 3500 - 4000 meter tenun lurik yang dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia seperti Bandung maupun Jakarta dan dijual dengan harga Rp, 35 ribu hingga Rp. 40 ribu per meter tergantung motif. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/Rei/nz/15.
Perajin melakukan pemintalan benang saat proses pembuatan tenun lurik di industri tenun”Kurnia Lurik” Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, kamis (9/4). Industri tenun yang berdiri sejak tahun 1962 itu dalam sebulan mampu memproduksi sekitar 3500 – 4000 meter tenun lurik yang dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia seperti Bandung maupun Jakarta dan dijual dengan harga Rp, 35 ribu hingga Rp. 40 ribu per meter tergantung motif. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/Rei/nz/15.
Pekerja menggulung benang sebelum proses penenunan sarung di industri rumahan Jalan Dr. Setiabudi, Gresik, Jawa Timur, Selasa (18/3). Sarung tenun ikat tersebut di ekspor ke Arab Saudi dijual dengan harga Rp. 350 ribu - Rp.1,4 juta per potong. ANTARA FOTO/Sahlan Kurnawan/Rei/mes/15.
Pekerja menggulung benang sebelum proses penenunan sarung di industri rumahan Jalan Dr. Setiabudi, Gresik, Jawa Timur, Selasa (18/3). Sarung tenun ikat tersebut di ekspor ke Arab Saudi dijual dengan harga Rp. 350 ribu – Rp.1,4 juta per potong. ANTARA FOTO/Sahlan Kurnawan/Rei/mes/15.
Seorang karyawan menata kain tenun dari Kediri dalam Pameran Tenun dan Batik Nusantara di Hotel Tugu, Malang, Jawa Timur, Jumat (10/4). Pameran yang merupakan upaya mengenalkan tenun dan batik nusantara yang mempunyai corak dan motif etnik tersebut berlangsung hingga tanggal 25 April 2015. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/ed/pd/15.
Seorang karyawan menata kain tenun dari Kediri dalam Pameran Tenun dan Batik Nusantara di Hotel Tugu, Malang, Jawa Timur, Jumat (10/4). Pameran yang merupakan upaya mengenalkan tenun dan batik nusantara yang mempunyai corak dan motif etnik tersebut berlangsung hingga tanggal 25 April 2015.

Kawasan Wisata Raja Ampat Mulai Rusak

, CNN Indonesia
Kawasan Wisata Raja Ampat Mulai Rusak Terumbu karang di Raja Ampat mulai mengalami kerusakan (Getty Images/Velvetfish)
Bogor, CNN Indonesia -- Keindahan Raja Ampat sudah menggema di seluruh Tanah Air maupun penjuru dunia. Bahkan atas keindahannya tersebut, nama surga pun disematkan pada kawasan Kepulauan Raja Ampat.

Raja Ampat memiliki keunggulan dalam wisata bahari. Lautnya yang berwarna hijau toska dengan keindahan alam bawah lautnya yang luar biasa membuat para wisatawan datang berbondong-bondong.

Tak hanya memagnet wisatawan lokal, pesona Raja Ampat pun mampu menggaet wisatawan yang bahkan berada di benua seberang. Wajar saja memang karena Raja Ampat masuk ke dalam salah satu ekspedisi bawah laut terbaik di dunia.

Pilihan Redaksi
Kawasan Kepulauan Raja Ampat merupakan rumah bagi 540 karang. Bahkan sebanyak 75 persen spesies karang di dunia, ada di Indonesia. Belum lagi jumlah ikan yang mencapai 1.511 spesies ikan dan 700 moluska. Sungguh keanekaragaman hayati yang memukau.

Tak heran jika banyak penikmat bawah laut berdatangan ke Kepulauan di Indonesia Timur itu untuk menyaksikan keindahan Raja Ampat dengan mata kepalanya sendiri.

Sayangnya kini, pesona surgawi Raja Ampat perlahan menghilang. Karang-karang yang indah ditemukan rusak di beberapa posisi.

Direktur Perancangan Destinasi dan Investasi Kementerian Pariwisata, Frans Teguh mengatakan ada spot di kawasan Raja Ampat yang ditemukan sudah rusak.

"Enam bulan lalu ada underwater researcher datang dari Eropa ke Raja Ampat dia foto dan itu bagus sekali," kata Frans usai memberikan paparan tentang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4).

Frans melanjutkan kelompok peneliti itu mengamati tentang ekosistem bawah laut di satu titik di Raja Ampat dan mengabadikannya dalam foto. Lima bulan selanjutnya mereka datang kembali dan melakukan pengamatan di tempat yang sama.

Ironisnya, dalam rentang waktu yang sangat singkat, keindahan yang mereka temukan sebelumnya telah mengalami perbedaan yang sangat signifikan. Karang di kawasan tersebut ditemukan rusak.

"Sebulan yang lalu dia datang lagi. Di titik yang sama. Hancur itu semua," kata Frans. "Padahal itu yang barusan diagung-agungkan bahwa ini paling bagus dan dia datang untuk memastikan itu lagi," ujar Frans menambahkan.

Para peneliti tersebut mengungkapkan ada beberapa hal yang menyebabkan rusaknya karang di kawasan Raja Ampat ini. "Indikasinya ada pemboman dan penangkapan ikan," ujar Frans. Mereka menangkap ikan dengan menggunakan jala dan kapal motor sehingga menghancurkan karang yang ada.

Selain masyarakat lokal yang mempunyai kontribusi pada rusaknya alam bawah laut Raja Ampat, para turis pun ikut ambil bagian. "Ada hentakan kaki juga dari diver. Apalagi diver pemula," kata Frans.

Walaupun luas kerusakan karang tersebut tidak terjadi dalam skala luas, namun ini adalah bentuk peringatan terhadap dunia pariwisata Indonesia. Jangan sampai surga yang dititipkan Tuhan di tanah kita rusak begitu saja oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

"Ini menandakan kita harus mengelola. Kalau tidak dan malah menghancurkan, daya tariknya juga akan berkurang," ujar Frans.

Menurut Frans, masyarakat masih melakukan tindakan yang cenderung merusak alam karena mereka belum menyadari betul manfaat dari pariwisata di suatu daerah. Padahal dengan menjaga keindahan alam dan tidak merusaknya, apa yang didapatkan masyarakat justru lebih besar.

Seperti halnya masyarakat di kawasan Teluk Cenderawasih yang masih memburu ikan hiu. Padahal kehadiran ikan hiu di kawasan yang menjadi Taman Nasional Teluk Cenderawasih itu justru menjadi daya tarik wisata.

"Padahal ikan hiu yang hidup lebih mendatangkan banyak manfaat buat mereka daripada dimakan," kata Frans. Hal ini pun diamini oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Dalam kesempatan berbeda, Menteri Arief juga mengungkapkan hal yang sama.

"Kalau ikan diambil, dijual, laku. Tapi nilainya akan lebih besar untuk pariwisata. Ikan dimakan dan dilihat mahalan untuk dilihat," ujar Arief saat menghadiri acara Pembekalan Pariwisata Bagi Jurnalis di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Jawa Barat.

Untuk itu, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat harus bekerja sama mengelola kawasan wisata yang memiliki potensi luar biasa. "Kami ingin tata kelola diperbaiki. Harus ada patroli yang komplit," kata Frans.

Sayangnya, saat ini berapa banyak titik selam terbaik yang harus dilindungi. "Daerah itu yang harusnya diawasi sara periodik," ujar Frans. Bahkan harus ada rambu dan panduan khusus bagi para penyelam agar penyelaman dilakukan dengan lebih tertib dan teratur.

Wisatawan Timur Tengah Anggap Indonesia Seperti 'Surga'

, CNN Indonesia
Wisatawan Timur Tengah Anggap Indonesia Seperti 'Surga' Raja Ampat, surga bawah laut di Indonesia (Getty Images/moodboard)
Bogor, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata menyampaikan kunjungan wisatawan pada Februari 2015 mengalami pertumbuhan tertinggi. Salah satu negara penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar adalah Mesir dengan jumlah wisman mencapai 51,67 persen dari total wisman keseluruhan.

Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 31,27 persen dari bulan Januari 2015. Apa yang membuat Indonesia begitu menarik di mata warga Mesir sehingga mereka mau melintasi benua untuk menjejakkan kaki di Tanah Air kita?

Negara Mesir terletak di kawasan Timur Tengah. Kawasan ini terkenal dengan daerah yang 'kering' karena terdapat gurun pasir. Tak seperti Indonesia yang hijaunya tersebar di mana-mana.

Rupanya hal inilah yang menarik minat para wisman dari Mesir dan negara Timur Tengah lainnya untuk menyambangi Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Pembekalan Kepariwisataan Bagi Jurnalis yang diadakan di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4).

"Wisatawan Timur Tengah itu sukanya gunung. Di sana kan tidak ada gunung," kata Arief. Belum lagi pemandangan hijau yang menghampar di mana-mana serta aliran sungai yang mengalir di tengah pegunungan, membuat para wisman terpana.

"Mereka bilang persis kayak yang digambarkan tentang surga," ujar Arief bercerita. Untuk itulah pemerintah ingin menggiatkan kegiatan promosi Indonesia lebih jauh lagi di negara-negara kawasan Timur Tengah.

"Kami akan menggunakan bahasa Arab buat branding Indonesia di sana," kata Arief. Hal ini serupa seperti yang sudah dilakukan di Tiongkok. Bedanya, untuk menggaet wisman dari negeri Tirai Bambu itu Indonesia menggunakan pesona lautnya. "Mereka jarang ketemu pantai dan itu surga bagi mereka," ujar Arief.

Untuk kawasan Timur Tengah, pemerintah akan menyasar kaum ibu dan anak-anak. Sebab, di kawasan Timur Tengah ibu dan anak-anak adalah pengambil keputusan untuk berlibur. "Mungkin nanti salah satu promosinya menggunakan cerita anak-anak," kata Arief.
Zaman yang berubah membuat banyak permainan tradisional anak di Indonesia jadi terlupakan.
Jika dulu permainan anak banyak melibatkan aktivitas luar ruang dan alat-alat yang terbuat dari alam, kini minimnya ruang bermain membuat permainan anak semakin terbatas pada gadget elektronik semata. Padahal permainan anak-anak tradisional ini adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus kita jaga.
Dalam beberapa pekan terakhir, ada upaya dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk melestarikan permainan tradisional anak di Indonesia. Contohnya di Boyolali, ada kegiatan Festival Dolanan Anak yang ingin memperkenalkan permainan tradisional pada anak-anak masa kini.
Sejumlah siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional egrang pada kegiatan Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis elektronik. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.
Sejumlah siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional egrang pada kegiatan Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis elektronik. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.
Salah satu permainan yang dikenalkan lewat festival ini adalah adu cepat bermain egrang yang akan melatih kemampuan motorik anak. Permainan lain yang dikenalkan adalah gobak sodor atau galasin. Dalam permainan ini, ada dua tim yang bertanding, masing-masing kelompok berisi 4-6 orang.
Arena permainan akan dibagi menjadi 6 kotak yang batasnya harus dijaga oleh satu orang pemain. Pemain dari tim lain nantinya harus berusaha menerobos batas-batas itu dan tak boleh ‘tertangkap’ atau tersentuh oleh si penjaga batas. Tentunya baik tim penjaga maupun tim penerobos harus gesit dan lincah berlari menerobos atau berusaha menangkap pemain.
Sejumlah siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional gobak sodor pada kegiatan Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis elektronik. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.
Sejumlah siswa sekolah dasar bermain permainan tradisional gobak sodor pada kegiatan Festival Dolanan Anak, di Alun-alun Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Kegiatan festival dolanan atau permainan tradisional tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah derasnya pemainan modern berbasis elektronik. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/nz/15.
Di Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini malah ikut main bakiak tradisional pada festival permainan tradisional di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur. Festival tersebut diadakan dalam rangka peringatan HUT Surabaya ke-722.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama sejumlah anak memainkan permainan tradisional bakiak raksasa saat menggelar festival permainan tradisional di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/5). Festival tersebut untuk kembali melestarikan permainan tradisional dan merupakan rangkaian peringatan HUT Surabaya ke-722. ANTARA FOTO/Herman Dewantoro/Zk/ed/pd/15.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama sejumlah anak memainkan permainan tradisional bakiak raksasa saat menggelar festival permainan tradisional di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/5). Festival tersebut untuk kembali melestarikan permainan tradisional dan merupakan rangkaian peringatan HUT Surabaya ke-722. ANTARA FOTO/Herman Dewantoro/Zk/ed/pd/15.
Di Jombang, Jawa Timur, anak-anak sekolah di sana juga mencoba bermain egrang menggunakan batok kelapa. Lewat permainan ini, anak-anak bisa berlatih motorik serta menjaga keseimbangan tubuh dan koordinasi.
Pelajar sekolah dasar (SD) Negeri Jombatan III bermain permainan tradisional egrang batok kelapa di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/5). Permainan tradisional ini mempunyai manfaat untuk anak diantaranya, melatih motorik kasar, melatih kesembangan tubuh, melatih koordinasi dan kelincahan serta mengasah keberanian. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/ss/mes/15
Pelajar sekolah dasar (SD) Negeri Jombatan III bermain permainan tradisional egrang batok kelapa di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/5). Permainan tradisional ini mempunyai manfaat untuk anak diantaranya, melatih motorik kasar, melatih kesembangan tubuh, melatih koordinasi dan kelincahan serta mengasah keberanian. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/ss/mes/15